Catatan seorang ibu, isteri, dan pengemban mabda-Nya

Aksi, So What Gitu Loh ?

Seperti yang kita ketahui, Isu kebijakan pemerintah yang akan menaikkan BBM pada bulan April mendatang adalah berita yang paling booming saat ini. Berita ini telah menjadi perbincangan hangat untuk siapa saja dan dimana saja. Mulai dari ibu-ibu, bapak-bapak, anak-anak, politikus, pengusaha, kaum intelektual, pedagang, guru, dosen, ustadz, dan dimana saja mereka berada, perbincangannya tak jauh-jauh dari kenaikan harga BBM.

Ternyata, kebijakan pemerintah ini banyak ditolak oleh masyarakat, penolakan itu diekspresikan dalam berbagai bentuk. Salah satunya ‘aksi’ yang sepekan ini sering dilakukan oleh elemen masyarakat, terutama para mahasiswa. Hanya saja fenomena ‘aksi’ ini menuai banyak respon bagi masyarakat. Ada yang menganggap positif dan ada juga yang menganggap negatif. Bagi yang menganggap positif, hal ini dianggap baik, karena bisa membatalkan kebijakan pemerintah yang zalim tersebut.

Disamping itu ada juga yang menganggap hal ini tidak bermanfaat, hanya membuang-buang waktu dan tenaga serta membuat kerugian. Terutama bagi kalangan pemuda zaman sekarang yang sangat individualis, tidak peduli dengan keadaan negerinya sendiri, ditambah dengan persepsi negatif tentang aksi yang mereka miliki.

Salah seorang teman saya mengatakan “Ngapain sih ikut aksi? Buat capek badan aja, udah panas-panasan, buang-buang waktu, ga ada hasilnya lagi,. Toh, pemerintah juga bakal tetap naikin harga BBM. Apa untungnya buat kita? Emang dibayar berapa sih?”
Mungkin diantara para pembaca juga banyak berpikiran yang sama dan tidak mengerti sama sekali dengan orang-orang yang mau bertindak bodoh seperti itu, apalagi mereka sama sekali tidak mengharapkan materi. Nah, agar kita semua tidak salah persepsi akan hal ini, mari kita bahas kenapa aksi itu harus dilakukan?
Let’s check it out ! yuks J

1. Karena Perintah Allah.
Penguasa negeri kita ngotot untuk menaikkan BBM, dan kebijakan ini menunjukkan bahwa pemerintah kita telah melakukan kemungkaran. Seperti, berbohong, berkhianat dan zalim terhadap rayatnya sendiri. Sehingga, kita wajib untuk mengamar ma’ruf penguasa kita.
Allah berfirman :

وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung”. (QS. 3:104)

2. Aksi adalah cara yang efektif.
Rasulullah mengatakan :
“Siapa saja yang menyaksikan kemungkaran, ubahlah dengan tangannya, apabila tidak mampu, ubahlah dengan lisannya, apabila tetap tidak mampu, dengan kalbunya. Itu adalah selemah-lemahnya keimanan” (HR,. Muslim, Abu Dawud, at-Tirmidzi, ibn Majah, dan Ahmad)
Dengan melakukan aksi, kita berarti telah berusaha mengubah kemungkaran dengan tangan dan lisan kita. Apa kita mau berdiam diri dan cukup membencinya dalam hati saja? Apa kita mau hanya memiliki selemah-lemah iman? Ckckck

3. Pahala yang besar :
لَغَدْوَةٌ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ أَوْ رَوْحَةٌ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيْهَا
Berangkat di pagi hari atau di sore hari untuk (jihad) fi sabilillah lebih baik daripada dunia dan isinya (HR al-Bukhari, Muslim, at-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad)
إِنَّ أَفْضَلُ الْجِهَادُ كَلِمَةُ حَقٍّ عِنْدَ سُلْطَانٍ جَائِرٍ
Sesungguhnya jihad yang paling mulia adalah kalimat yang benar yang diucapkan didepan penguasa yang zalim (HR Ahmad).
Terbayangkan mujahidin kita itu seperti apa, dan dimana tempat para mujahid yang telah mendahului kita? Yaitu, Syurga. Yang luasnya seluas langit dan bumi. Nah, insyaAllah dengan menyeru penguasa yang zalim, kita bisa seperti para mujahidin dan ditempatkan bersama mereka di akhirat nanti. Subhanallah. J

4. Kita tidak boleh berdiam diri
Sangat tidak diperbolehkan kita hanya berdiam diri dan hanya menjadi penonton.. Apalagi sampai menjadi pendukung.
Rasulullah sangat tegas melarang hal itu :

« إِنَّهَا سَتَكُونُ أُمَرَاءُ يَكْذِبُونَ وَيَظْلِمُونَ فَمَنْ صَدَّقَهُمْ بِكَذِبِهِمْ وَأَعَانَهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ فَلَيْسَ مِنَّا وَلَسْتُ مِنْهُمْ وَلاَ يَرِدُ عَلَىَّ الْحَوْضَ وَمَنْ لَمْ يُصَدِّقْهُمْ بِكَذِبِهِمْ وَلَمْ يُعِنْهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ فَهُوَ مِنِّى وَأَنَا مِنْهُ وَسَيَرِدُ عَلَىَّ الْحَوْضَ »
“Sungguh akan ada para pemimpin yang berbohong dan berbuat zalim, maka siapa saja yang membenarkan kebohongan mereka dan menolong mereka dalam kezaliman mereka maka dia bukan golongan kita dan aku bukan golongan mereka dan dia tidak akan masuk telaga al-hawdh bersamaku. Sebaiknya siapa saja yang tidak membenarkan kebohongan mereka dan tidak menolong mereka dalam kezaliman mereka maka ia bagian dariku dan aku bagian darinya dan ia akan masuk telaga bersamaku (HR Ahmad)”

Lalu, Bagaimana caranya agar aksi kita tidak sia-sia dan mendapatkan ridho-Nya?

Syaratnya itu hanya ada 2.

Niatnya ikhlas hanya karena Allah.
Luruskan niat kita saat ingin aksi hanya semata-mata karena Allah, yang awalnya tadi hanya ingin coba-coba, atau eksistensi dirri, atau hanya ingin bolos kuliah untuk menhindari tugas yag belu siap atau dosen yang killer? Nah, luruskan terlebih dahulu niat kita.

Caranya harus benar.
Saat aksi tidak dibenarkan untuk merusak, dan melakukan tindakan anarkis. Ini sangat tidak dibenarkan dalam islam. Lakukanlah aksi dengan damai dan tertib. Serta tidak mengotori tempat aksi dengan membuang sampah sembarangan.

Jadi, saat kita melakukan sesuatu, standartnya itu bukan untung dan ruginya buat kita. Tapi halal dan haram yang telah ditetapkan-Nya. Tak ada yang sia-sia selagi yang semua kita lakukan itu niatnya ikhlas dan caranya benar.

Tak ada yang sia-sia sekalipun tubuh ini lelah berjalan ditengah teriknya panas matahari, suara habis karena orasi, dan sama sekali tak dihargai atau ditanggapi, sabarlah dan jangan bersedih! Karena Allah melihat proses dan usaha kita, bukan hasilnya. InsyaAllah tubuh ini akan menjadi saksi saat kita menghadap-Nya.

Hidup hanya sekali, mati hanya sekali, rugi kalau tidak diperbaiki. So apalagi alasan buat kita berdiam diri ? Semoga apa yang kita lakukan senantiasa menjadi ihsanul amal, yang bisa memberatkan timbangan kita di yaumil akhir nanti. Aamiin. 🙂

HAMASAH…!

http://www.facebook.com/pages/Komunitas-Muslimah-Rindu-Syariah-Khilafah/304591352923315

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: