Catatan seorang ibu, isteri, dan pengemban mabda-Nya

Ide Basi Irshad Manji

Ide Basi Irshad Manji

Oleh Rizki Damayanti Muhajar*

Presiden Amerika Serikat, Barack Obama memberikan pernyataan yang cukup mengejutkan terkait dukungannya terhadap LGBT. Hal ini tentu saja disambut baik, bagi pegiat LGBT, apalagi delapan negara bagian telah mensahkannya melalui undang-undang. LGBT atau dikenal dengan Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender ini tampaknya tengah mengemuka, tak hanya di Amerika Serikat, Indonesia belum lama ini juga kedatangan pegiat LGBT asal Kanada, Irhad Manji. Dengan dalih mempromosikan bukunya yang berjudul Allah, Liberty and Love ( belakangan juga menyediakan ebooknya, dan sudah diterjemahkan pula ke dalam bahasa indonesia), Irshad Manji tampaknya sangat percaya diri, bahwa dirinya akan diterima dengan lapang dada oleh masyarakat Indonesia. Dugaannya tentu saja meleset, karena beberapa kali acara bedah buku yang digelar, dibatalkan oleh fihak yang berwenang.

Buku yang Penuh Kontroversi

Selain idenya yang nyeleneh, Irshad Manji kerapkali membuat tulisan yang tak kalah nyelenehnya. Salah satu isi bukunya mempertanyakan Al-Qur’an, yang seolah menomorduakan perempuan. Pegiat lesbian ini juga mencoba menafsirkannya secara serampangan, dan membandingkannya dengan kitab-kitab yang lain.

Manji juga banyak mengungkapkan fakta, kondisi perempuan di negeri-negeri yang mayoritas muslim, fakta ijtihad dikalangan muslim, pandangannya tentang Israel, yang kesemuanya diungkapkan berdasarkan sudut pandangnya sebagai pegiat kesetaraan gender. Namun diakhir tulisan pada setiap bab yang disimpulkan, bagi saya  hanyalah ide sampah, yang kerapkali mendiskreditkan Islam, mengagungkan kehidupan barat, dan mengajak pembaca untuk bersikap kritis terhadap nilai-nilai Islam yang seolah menjadi biang keladi, atas keterpurukan yang menimpa perempuan dan kaum muslim saat ini.

Wajar saja, jika kehadirannya ke Indonesia ditentang banyak fihak, meski belakangan ada beberapa tokoh yang tidak mempermasalahkan, bahkan diskusi bukunya berjalan lancar. Entah karena perempuan ini kurang tenar ketimbang SUJU, atau Lady Gaga, sehingga tidak banyak yang mempersoalkan kedatangannya, yang jelas, jika pembaca bukunya adalah orang yang sedang mencari identitas diri, saya pastikan orang tersebut akan mudah percaya dengan pesan yang disampaikan dari buku tersebut, yang isinya banyak mengagung-agungkan kehidupan barat, dan mengkritisi Islam yang seolah terepresentasikan dari negeri-negeri muslim, yang mengalami kemunduran, perempuannya mengalami pengekangan dan kondisinya memprihatinkan.

Satu yang tampaknya diabaikan oleh Manji ini, bahwa tidak ada satupun saat ini yang benar-benar disebut sebagai negara Islam, yang mereprsentasikan islam dalam sebuah kehidupan. Manji lupa, atau memang sudah buta dan tuli, bahwa umat Islam saat ini hidup dalam negeri-negeri yang tersekat satu dengan yang lain,  yang sudah terkontaminasi dengan budaya non Islam, berpadu dengan demokrasi, yang memisahkan islam dari kehidupan, yang mengingat Allah tatkala hanya beribadah, selebihnya Islam dicampakkan begitu saja saat muncul problematika disegala bidang. Maka yang terlihat adalah, gambaran buruk penerapan islam yang diambil secara sebagian-sebagian, diperparah dengan mulai pudarnya pemahaman islam di tengah-tengah kaum muslimin.

Siapa Irshad Manji?

 

Irshad Manji lahir di Uganda pada tahun 1968, ayahnya berasal dari India dan ibunya berasal dari Mesir. Di usianya yang menginjak empat tahun, Manji sekeluarga pindah ke Kanada, berganti kewarganegaraan dan menyelesaikan pendidikannya di University of British Columbia. Manji mempelajari Islam selama 20 tahun melalui perpustakaan umum dan tutor berbahasa Arab.  Sayangnya, apa yang didapatnya selama ini bertentangan dengan perilakunya yang menyimpang, secara mengejutkan Manji mengakui bahwa dirinya seorang penyuka sesama jenis.

Manji produktif menulis buku-buku yang cukup kontrovesial, dalam salah satu buku yang ditulisnya, Manji tak sungkan mencaci maki Nabi Muhammad SAW, dan seolah beliau SAW melakukan pengeditan terhadap Al-Qur’an ”Sebagai seorang pedagang buta huruf, Muhammad bergantung pada para pencatat untuk mencatat kata-kata yang didengarnya dari Allah. Kadang-kadang Nabi sendiri mengalami penderitaan yang luar biasa untuk menguraikan apa yang ia dengar. Itulah bagaimana ”ayat-ayat setan” – ayat-ayat yang memuja berhala – dilaporkan pernah diterima oleh Muhammad dan dicatat sebagai ayat otentik untuk al-Quran. Nabi kemudian mencoret ayat-ayat tersebut, menyalahkan tipu daya setan sebagai penyebab kesalahan catat tersebut. Namun, kenyataan bahwa para filosof muslim selama berabad-abad telah mengisahkan cerita ini sungguh telah memperlihatkan keraguan yang sudah lama ada terhadap kesempurnaan al-Quran.” tulisnya dalam buku Beriman Tanpa Rasa Takut: Tantangan Umat Islam Saat Ini hal. 96-97.(sumber: http://muslimdaily.net

)

Hawa Liberalisme di Kedatangan Manji

 

Liberalisme dan Lesbianisme, bagai dua sisi mata uang yang tak terpisahkan. Lesbianisme merupakan liberalisme perilaku, yang saat ini tengah diemban oleh seorang Irshad Manji. Kehadirannya tentu saja membahayakan, terutama bagi para generasi muda yang tengah mengalami krisis identitas.  Hadirnya Manji ke Indonesia, bukan tidak mungkin akan membuat arus liberalisme semakin deras, yang nantinya akan membuat lesbianisme menjadi hal yang biasa terjadi di Indonesia, dan akhirnya lesbianisme itu dianggap sebagai suatu pilihan logis seorang anak manusia yang punya hak atas tubuhnya.

Pandangan Islam Terhadap LGBT

 

Dalam Islam, Lesbian, Gay, Biseksual maupun Transgender hukumnya adalah haram. Ini berdasarkan dalil-dalil, diantaranya:

“Lesbianisme adalah [bagaikan] zina di antara wanita” (as-sahaq zina an-nisaa` bainahunna). (HR Thabani). Adapun homoseksual, dalil keharamannya berupa Sabda Nabi SAW,“Allah telah mengutuk siapa saja yang berbuat seperti perbuatan kaum Nabi Luth.” (HR Ahmad, no 3908).

Biseksual  adalah perbuatan zina jika dilakukan dengan lain jenis. Jika dilakukan dengan sesama jenis, tergolong homoseksual jika dilakukan di antara sesama laki-laki, dan tergolong lesbianisme jika dilakukan di antara sesama wanita. Semuanya perbuatan maksiat dan haram, tak ada satu pun yang dihalalkan dalam Islam.

Sementara transgender, adalah perbuatan menyerupai lain jenis. Baik dalam berbicara, berbusana, maupun dalam berbuat, termasuk dalam aktivitas seksual. Islam mengharamkan perbuatan menyerupai lain jenis sesuai hadits bahwa Nabi SAW mengutuk laki-laki yang menyerupai wanita dan mengutuk wanita yang menyerupai laki-laki (HR Ahmad, 1/227 & 339).

*Ibu Rumah Tangga, tinggal di Logan, Utah

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: