Catatan seorang ibu, isteri, dan pengemban mabda-Nya

Peran Muslimah dalam Menegakkan Syariah dan Khilafah

Oleh : Kholda Naajiyah

Kesulitan hidup terus menghantui kaum perempuan sejak harga-harga kebutuhan pokok meroket. Harga BBM, elpiji, sembako, ongkos transport, biaya kesehatan dll masih jauh dari jangkauan. Begitulah, kaum hawa di negeri ini memang memikul beban berat. Mereka harus memutar otak untuk mengelola nafkah dari suami yang terkadang juga pas-pasan. Padahal, setiap manusia pasti ingin hidup sejahtera. Bagaimana kesejahteraan itu bisa terwujud? Dan apakah ini harus dikerjakan perempuan sendiri?

Perempuan vs Laki-Laki

Kesejahteraan adalah terpenuhinya kebutuhan hidup. Bisa jadi, ada rincian berbeda tentang kebutuhan hidup antar individu masyarakat. Namun secara UMUM kebutuhan mendasar laki-laki dan perempuan sama. Yakni berupa pangan, pakaian, rumah, bahan bakar, listrik, sarana transportasi, pendidikan, pelayanan kesehatan, dan keamanan.

Kalaupun ada kebutuhan yang beda, misalnya pakaian perempuan yang berbeda dengan laki laki, pembalut saat menstruasi, ruang khusus untuk menyusui, dll, sebenarnya tidak sulit bagi laki-laki untuk memahami kebutuhan ini sehingga mereka pun bisa memenuhinya.

Jadi, kesejahteraan perempuan tidak harus direalisasikan oleh perempuan sendiri, laki-laki pun bisa merealisasikannya. Mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat secara umum berarti juga mewujudkan kesejahteraan bagi perempuan. Perjuangan perempuan idealnya diarahkan pada perjuangan mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara umum, bukan bagi perempuan saja.

Namun, selama penguasa menerapkan sistem ekonomi kapitalisme, baik laki-laki atau perempuan, dapat dipastikan ia tidak akan bisa mensejahterakan semua perempuan. Hanya perempuan yang kaya saja yang mungkin sejahtera dalam penerapan ekonomi kapitalisme. Sementara banyak perempuan termiskinkan oleh sistem ini.

Islam Manjakan Perempuan

Bila sistem demokrasi saat ini tak mampu mensejahterakan perempuan, maka saatnya perempuan berbondong-bondong memperjuangkan syariah dan khilafah. Sistem inilah yang mampu menjamin kesejahteraan, bukan hanya perempuan tapi juga seluruh manusia. Mengapa khilafah?

Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya imam laksana perisai, tempat orang-orang berperang di belakangnya don berlindung kepadanya. Karena itu jika ia memerintahkan ketaqwaan kepada Allah Azza wa Jalla dan berbuat adil, maka ia akan memperoleh pahala, dan jika ia memerintahkan selain itu maka ia akan mendapatkan dosanya”(HR Muslim).

Khalifah adalah penguasa yang dipilih oleh kaum muslimin dengan ridlo dan ikhtiar. Khalifah wajib menyediakan kebutuhan pangan, pakaian, rumah, bahan bakar, listrik, sarana transportasi, pendidikan, pelayanan kesehatan, dan keamanan bagi tiap warga negara. Hal itu bisa dipenuhi dengan diterapkannya syariah Islam di seluruh lini kehidupan.

Dalam hal ini, Islam selalu menempatkan perempuan sebagai pihak yang dinafkahi. Sebuah bentuk kasih sayang Allah Swt kepada kaum hawa. Kesejahteraannya ditanggung oleh kepala keluarga atau walinya. Jika keluarga otau walinya tidak mampu menafkahi, maka nafkah perempuan ditanggung negara. Perempuan boleh bekerja, tapi tidak wajib bekerja. Perempuan bekerja bukan karena tekanan ekonomi, tapi sebagai amal shalih bagi masyarakat. Dengan begitu perempuan tak perlu stres ikut memikirkan nafkah bagi dirinya. Betapa dimanjanya perempuan di bawah naungan Khilafah.

Peran Muslimah

Tegaknya syariah dalam naungan Khilafah Islam, tidak akan muncul begitu saja tanpa diperjuangkan. Untuk itu, setiap muslimah hendaknya mengambil peran sebagai berikut:

1. Menjadi Daiyah

Upaya menyeru kepada syariah dan khilafah tak hanya dibebankan di pundak kaum laki-laki, namun juga kaum perempuan. Karena itu, wajib bagi Muslimah untuk menjadi daiyah. Tak peduli apapun profesinya, tingkat pendidikannya, status atau jabatannya, sesungguhnya ia wajib berdakwah, baik secara individu maupun kolektif. Tugas mereka adalah mencerdaskan kaum perempuan dengan tsaqofah Islam.

2. Menjadi Bagian Jamaah
Berdakwah memang bisa dilakukan secara individual (dakwah fardiyah). Namun untuk tujuan besar seperti penegakan syariah dan Khilafah, mustahil dapat terwujud oleh seorang individu. Upaya ini hanya bisa dicapai dengan dakwah secara kolektif (dakwah jamaah). Muslimah hendaknya bergabung dalam barisan dakwah agar aktivitasnya lebih terorganisir, terarah dan tepat sasaran.

Di sini pun ia mampu melejitkan potensi dirinya, baik dari penguasaan tsaqofah dan kepribadiannya. Ini sesuai dengan QS Ali Imran 104.

3. Menjadi Politikus
Perjuangan penegakan syariah dan Khilafah termasuk aktivitas politik. Karena pada dasarnya politik adalah urusan umat, sementara syariah adalah tatanan untuk mengatur urusan umat dan Khilafah sebagai penyelenggaranya. Selama Muslimah peduli dan berkecimpung dalam mengatur urusan umat, maka hakikatnya ia telah berpolitik.

Berpolitik tak identik dengan menjadi penguasa langsung. Misalnya presiden, menteri, anggota dewan, camat, lurah dll. Perempuan di manapun berada, apapun profesi dan tingkat pendidikannya dapat berperan politik secara individual maupun berkelompok (berjamaah).

Sebagai contoh, Muslimah yang paham solusi atas krisis elpiji dan menyampaikannya kepada masyarakat, atau mengungkapkannya kepada penguasa melalui berbagai saluran.

4. Menjadi Ibu Ideologis
Ibu ideologis adalah ibu yang paham Islam secara kaffah, baik aqidah maupun syariah. Sehingga, ia mampu mendidik anak-anaknya dengan ideologi Islam kaffah pula. la mampu merumuskan desain pembinaan dan pendidikan yang terencana, terstruktur dan terbaik bagi anak-anaknya, bahkan sejak merencanakan kehamilan.

Ibu ideologis ini akan terus belajar, mengembangkan diri dan memperluas wawasan agar mampu mewujudkan anak-anak yang mampu bersaing dalam persaingan global. la memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anaknya agar menjadi anak yang cerdas, pemahaman agamanya mendalam, memiliki karakter kepemimpinan serta kepribadian yang berkualitas.

*Media Islam Online

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: